Short Story

Meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia menjadi persoalan serius bagi produsen makanan di Indonesia. Dikarenakan keterbatasan jumlah produsen yang ada di iringi dengan kebutuhan pangan yang meningkat setiap harinya. Beberapa produsen bertindak ‘curang’ atas hal ini. Pada satu kasus kekurangan air bersih di jawa tengah, air limbah (got) disulap menjadi air galon kemasan. Ada juga kasus yang di angkat di salah satu berita di layar kaca yakni minyak jelantah di sulap menjadi minyak curah baru.

Dampak dari mengonsumsi bahan kimia untuk pembaharuan pangan yang ‘curang’ ini tentu berbahaya bagi kesehatan tubuh. Kerusakan pada Hati (Liver) sebagai penyaring makanan tentu akan rusak. Bahkan lebih parah lagi, gagal ginjal yang membuat penderita selalu cuci darah setiap harinya

Untuk itu, Jalan Amal Nusantara mengadakan ‘program uji pangan berbahaya’ yang bergerak di bidang uji lab dari sampel pangan yang kita temui sehari-hari. Kemudian, hasil dari lab ini akan di sebarluaskan kepada masyarakat melalui postingan web di jalanamal.com sehingga masyarakat pembaca setia web dan applikasi jalan mengetahui update dari hasil uji pangan berbahaya.

Uji Pangan Berbahaya

by admin jalan amal

Dinilai 0 dari 5
  • Rp10,000,000.00

    Funding Goal
  • Rp0.00

    Funds Raised
  • Campaign Never Ends

    Campaign End Method
Raised Percent :
0%
Minimum amount is Rp Maximum amount is Rp Put a valid number
Rp
Yayasan Jalan Amal Nusantara, Indonesia
admin jalan amal

admin jalan amal

10 Campaigns | 0 Loved campaigns

See full bio

Campaign Story

Tidak jarang bahan-bahan kimia digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai makanan, seperti formalin dan boraks. Hal itu karena formalin dan boraks dinilai dapat mengawetkan produk serta dapat meningkatkan kerenyahan makanan. Padahal, formalin dan boraks merupakan zat kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Dampak zat kimia pada tubuh tidak main-main, ketika tertelan, zat kimia dalam dosis tinggi dapat meracuni semua sel-sel tubuh dan menyebabkan kerusakan usus, hati, ginjal, dan otak. Ginjal dan hati adalah dua organ yang mengalami kerusakan yang paling parah akibat mengonsumsi makanan yang mengandung formalin dan boraks.

Badan POM RI pun mengatakan hal yang serupa. Dikutip dari laman Badan POM RI, efek jangka panjang yang akan dialami manusia jika mengonsumsi makanan mengandung formalin dan boraks adalah kerusakan hati bahkan kanker.

Karena hal itu, Yayasan Jalan Amal Nusantara ingin mengadakan program Uji Pangan Berbahaya agar masyarakat dapat terhindar dari makanan yang mengandung zat kimia yang berbahaya. Kami akan mengambil sampel dari makanan yang sekiranya mengandung zat kimia dan juga datang langsung ke lokasi pasar yang menjual makanan untuk diuji dan kami akan menginformasikan kepada masyarakat hasil dari uji pangan tersebut.

#SahabatBeramal mari bantu mewujudkan program ini dan salurkan amal terbaik anda dengan cara :

1. Klik tombol “Beramal”

2. Masukkan nominal besarnya amal

3. Mengisi identitas diri, nama lengkap dan email

4. Klik “Beramal”

5. Transfer ke rekening Yayasan Jalan Amal Nusantara No rekening 3000.000.247

 

Tidak hanya berdonasi, teman-teman juga bisa membantu dengan cara menyebarkan halaman galang dana ini ke orang-orang terdekat agar semakin banyak orang yang ikut membantu.

 

Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Uji Pangan Berbahaya”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *